TUJUAN PENDIDIKAN “DIVERSIVIKASI”
SIFAT-SIFAT ORANG MUKMIN
Disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah: TafsirTarbawi
Dosen Pengampu: M Ghufron, M.si

Disusun
Oleh:
Qurrota ‘Ayuni 2117138
KELAS
D
FAKULTAS
TARBIYAH/PAI
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI
PEKALONGAN
2018
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamiin
puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan karunia,
hidayah, dan juga nikmat yang tak terhingga kepada kita semua, sehingga kita
dapat menyelesaikan makalah ini tanpa suatu halangan apapun.
Sholawat serta salam semoga tetap
tercurahkan kepada junjungan nabi kita Nabi Agung Muhammad SAW dan semoga kita
termasuk umatnya yang mendapatkan syafa’atnya kelak di yaumil akhir.
Tak lupa kami ucapkan terima kasih
kepada kedua orangtua kami, dosen pengampu, serta teman-teman seperjuangan yang
telah banyak membantu dalam pembuatan makalah ini, semoga makalah ini dapat
bermanfaat untuk kita semua dan juga untuk penulis.
Makalah
ini berisi tentangSIFAT-SIFAT
ORANG MUKMIN yang dimana di dalamnya berisi tentang siapa itu orang mukmin,
dalil sifat orang mukmin, dan aplikasi sifat orang mukmin dalam kehidupan.
Kami
selaku penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya jika terdapat kata-kata yang
kurang berkenan bagi pembaca, karena kami sadar kami jauh dari kata sempurna.
Pekalongan,
Oktober
2018
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam kehidupan manusia tidak akan mungkin
bisa lepas untuk mencari hakikat kebenaran. Dalam kesahariannya manusia
dihadapkan pada berbagai macam persoalan yang membutuhkan penyelesaian. Semakin
berkembangnya zaman persoalan hidup manusia menjadi lebih kompleks dan manusia
sulit mengatasi hal tersebut. Di saat manusia tidak dapat menyelesaikan
persoalan hidupnya ia akan mencari pelampiasan karena hal tersebut. Seperti
contohnya mengkonsumsi narkoba, minum-minuman kerasa, bermain judi, dan lain
sebagainya. Dan kadang mereka juga sampai menghabisi nyawa mereka sendiri
karena masalah yang tak kunjung terselesaikan.
Disinilah kita dapat mengetahui sifat-sifat
orang mukmin. Bagaimana orang mukmin mengatasi persoalan dalam hidupnya dan
menyelesaikan masalah dalam hidupnya. Ketika seseorang telah mampu memahami dan
menerapkan konsep sifat orang mukmin di dalam hidupnya maka ia akan dimudahkan
mengatasi persoalan hidupya. Jadi sifat orang mukmin itu sangat penting bagi
manusia agar manusia senantiasa selalu mendekat kepada Allah SWT dan menjadi
hamba yang beriman dan bertaqwa.
B.
Rumusan Masalah
1.
Siapa orang mukmin?
2.
Bagaimana dalil sifat-sifat
orang mukmin?
3.
Bagaimana visualisasi orang
mukmin dalam kehidupan sehari-hari?
C.
Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Mengetahui siapa itu orang mukmin
2.
Mengetahui dalil sifat-sifat
orang mukmin
3.
Mengetahui visualisasi orang
mukmin dalam kehidupan sehari-hari
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Siapa Orang Mukmin
Mukmin/Mu’min (bahasa
Arab: مؤمن)
adalah istilah Islam dalam bahasa Arab sering disebut dalam Al-Qur’an yang
artinya “orang beriman”. Orang mukmin adalah orang yang taatkepada Allah SWT
dengan sebenar-benarnya. Dalam artian senantiasa menjalankan perintah-Nya dan
menjauhi larangan-Nya. Dan berjihad dengan harta, jiwa mereka pada jalan Allah
SWT. Adapun sifat-sifat orang mukmin, yaitu:
1.
Orang mukmin akan gemetar hatinya apabila
mendengar nama Allah SWT danayat-ayat Al-Qur’an.
2.
Orang mukmin selalu tolong-menolong dan
beramal sholeh.
3.
Orang mukmin memiliki rasa takut di dalam
hatinya.
4.
Senang membaca dan memahami makna
Al-Qur’an.
5.
Tawakkal hanya kepada Allah.
6.
Selalu mendirikan sholat.
B. DalilSifat-Sifat Orang Mukmin
Q.S Al-Fathsurat 48 ayat 29

Terjemahan:
“ Muhammad itu adalah utusan Allah dan
orang-orang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang kafir, tetapi
berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari
karunia Allah dan keridhaanNya, tanda-tanda mereka tampak padamu kamereka dari
bekas sujud. Demikian lah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat
mereka dalam Injil, yaiu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas
itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadikan besarlah dia dan tegak lurus
diatas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah
hendak menjengkelkan hati orang-orang kafirdengan (kekuatan) mereka
(orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal yang shalih diantara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Fath:
29)
Tafsirayat:
1.
Tafsir
Al-Maraghi
Setelah Allah SWT menyebutkan bahwa
Dia mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama Islam, supaya Dia
meluhurkan derajat agama tersebut atas semua agama-agama yang lain, maka
dilanjutkan dengan menerangkan ihwal rasul dan umat yag kepada ia diutus. Allah
menggambar kan mereka dengan sifat-sifat yang seluruhnya terpuji dan merupakn
peringatan bagi generasi sesudah mereka dan dengan sifat-sifat itulah mereka
dapat menguasai bangsa-bangsa lain dan memiliki negeri-negeri mereka, bahkan
menggenggam tampuk kepemimpinan seluruh dunia, yaitu:
a.
Bahwa mereka
bersikap keras pada siapapun yang menentang agamaNya dan mengajak bermusuhan
dan bersifat belas kasihan sesama mereka.
b.
Bahwa mereka
menjadikan shalat da keikhlasan kepada Allah sebagai kebiasaan mereka pada
kebanyakan waktu.
c.
Bahwa mereka
dengan amal mereka mengharapkan pahala dari Tuhan mereka da kedekatan disisiNya
serta keridhaanNya.
d.
Bahwa mereka
mempunyai tanda yang dengan itu mereka mudah dikenal. Yakni bahwa mereka
bercahaya pada wajah mereka, khusuk dan tunduk yang bisa dikenali oleh orang
yang cerdas.[2]
2.
TafsirKemenag
Ayat ini menerangkan bahwa Muhammad saw adalah rasul Allah
yang diutus kepada seluruh umat. Para sahabat dan pengikut Rasul bersikap keras
terhadap orang-orang kafir, tetapi lemah lembut terhadap sesama mereka. Firman
Allah: Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad
(keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia
mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut
terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang
kafir, yang berjihad di jalan Allah. (al-Ma'idah/5: 54) Rasulullah bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kasih
mengasihi dan sayang-menyayangi antara mereka seperti tubuh yang satu; bila
salah satu anggota badannya sakit demam, maka badan yang lain merasa demam dan
terganggu pula. (Riwayat Muslim dan Ahmad dari an-Nu'man bin Basyir)
Orang-orang yang beriman selalu mengerjakan salat dengan khusyuk, tunduk, dan
ikhlas, mencari pahala, karunia, dan keridaan Allah. Tampak di wajah mereka
bekas sujud. Maksudnya ialah air muka yang cemerlang, tidak ada gambaran
kedengkian dan niat buruk kepada orang lain, penuh ketundukan dan kepatuhan
kepada Allah, bersikap dan berbudi pekerti yang halus sebagai gambaran keimanan
mereka. Mengenai cahaya muka orang yang beriman, 'Utsman berkata, "Adapun rahasia yang terpendam dalam hati
seseorang; niscaya Allah menyatakannya pada raut mukanya dan lidahnya."
Sifat-sifat yang demikian itu dilukiskan dalam Taurat dan Injil. Para sahabat
dan pengikut Nabi semula sedikit dan lemah, kemudian bertambah dan berkembang
dalam waktu singkat seperti biji yang tumbuh, mengeluarkan batangnya, lalu
batang bercabang dan beranting, kemudian menjadi besar dan berbuah sehingga
menakjubkan orang yang menanamnya, karena kuat dan indahnya, sehingga menambah
panas hati orang-orang kafir. Kemudian kepada pengikut Rasulullah saw itu, baik
yang dahulu maupun yang sekarang, Allah menjanjikan pengampunan dosa-dosa
mereka, memberi mereka pahala yang banyak, dan menyediakan surga sebagai tempat
yang abadi bagi mereka. Janji Allah yang demikian pasti ditepati.[3]
3.
Tafsir Al-Lubab
Akhirnya
surah ini ditutup dengan menegaskan bahwa “nabi Muhammad saw adalah utusan
Allah swt yang diutus membawa rahmat bagi seluruh alam”. Adapun orang-orang
yang bersama dengan beliau yakin sahabat-sahabat Nabi serta pengikut-pengikut
setia beliau, maka mereka itu ialah orang-orang yang bersikap keras, yakni
tegas, tidak berbasa-basi yang mengorbankan aqidah terhadap orang-orang kafir
tanpa keluar dari koridor rahmat risalahini.
Walau mereka bersikap tegas, namun
lanjutan ayat ini “mereka berkasih sayang antar sesama kaum beriman. Engkau,
siapapun engkau, di mana dan kapanpun, akan selalu melihat mereka rukuk dan
sujud. Itu mereka lakukan dengan tulus ikhlas, demi mencari karunia Allah swt
dan keridhaanNya yang agung. Dengan sifat-sifat itu Allah swt pada akhirnya
menjengkelkan hati orang-orang kafir yakni dengan pertumbuhan, perkembangan,
dan penambahan jumlah dan kekuatan kaum mulsim. Allah
menjanjikan untuk orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeeh
diantara mereka yang bersama Nabi Muhammad serta siapa pun yang mengikuti cara
hidup beliau akan mendapat ampunan dan pahala yang besarjumlah dan kekuatan
kaum muslim. Allah menjanjikan untuk orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal-amal sholeh diantara mareka yang bersama Nabi Muhammad serta siapa pun
yang mengikuti cara hidup beliau akan mendapat ampunan dan pahala yang besar.[4]
C. Visualisasi Orang MukmindalamKehidupan
Sifat
mukmin sangat penting dalam menjalankan kehidupan.Tanpa kita memiliki sifat
mukmin amal ibadah yang kita kerjakan akan sia-sia bahkan tidak akan sampai
kepada Allah swt. Karena apa bila kita menanamkan sifat mukmin pada diri kita,
maka dalam menjalankan kehdupan kita akan merasakan ketenangan. Karena yang ada
dalam hati dan pikiran kita hanya selalu mengingat Allah dan akan berusaha
untuk selalu menjalankan perintahNya. Sehingga apabila kita akan melakukan
perbuatan yang tercela, hati dan pikiran akan mengingatkan kepada kita bahwa
Allah tidak pernah tidur dan Allah juga tahu segala perbuatan kita.
Beberapa visualisasi orang mukmin, yaitu:
1.
Mempertebal keyakinan kepada Allah swt dalam hal
beragama sebagai wujud penghambaan kepada sang Maha Kuasa.
2.
Mau berjuang di jalan Allah (jihad) untuk hal kebaikan
apapun lewat cara yang benar dan sesuai dengan syariat agama islam tidak dengan
cara radikal.
3.
Merasa takut dalam hidup di dunia wujud rasa takut
kepada Allah swt karena manusia belum ada apa-apanya dibanding Allah SWT
sebagai pencipta alam semesta.
4.
Hatinya merasa bergetar ketika membaca/dibacakan
ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai tambahan suntikan keimanan.
5.
Tawakkal kepada Allah dalam memlakukan suatu hal
secara maksimal setelah ikhtiar dan berdoa semaksimal mungkin nantinya hasil
tetap pada Allah SWT dengan tawakkal.
6.
Mendirikan sholat dengan baik dan dengan
sebenar-benarnya tepat pada waktunya.
7.
Senang berinfak sebagai wujud rasa syukur pada Allah
atas segala rezeki yang telah diberikan Allah SWT serta untuk berbagi
dengansesama manusia.[5]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Iman merupakan
keyakinan teguh tanpa dicampuri kebimbangan karena dia meyakini bahwa Allah itu
ada dan mengutus rasul-Nya serta menurunkannya kitab suci untuk membimbing
manusia. Orang mukmin adalah orang yang senantiasa taat kepada Allah swt. Dalam
arti dia senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya sera
berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah swt.
Dalam
al-qur’an surah Al-Fathayat 29 telah dijelaskan bahwa sifat orang mukmin itu
adalah dia menentang terhadap orang-orang kafir tetapi berkasih sayang terhadap
sesame manusia.Dan mereka mencari keridhaan Allah dan karunia-Nya dengan
tanda-tanda pada wajah mereka dari bekassujud.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Maraghi, Ahmad Musthofa. 1989. Tafsir Al-Maraghi, cet 1. Semarang: CV Tohaputra Semarang.
Ikhwan, Orang MukmindanPengertianMukmin.http://ikhwan- perbaungan,blogspot.co.iddiaksespadatanggal 11 Oktober jam 19.40.
Shihab, M. Quraish. 2012. Al-LubabMaknaTujuandanPelajarandari Surah-Surah Al-Qur’an. Tanggerang: LenteraHati.
[1]Ikhwan,Orang Mukmin dan
Pengertian Mukminhttp://ikhwan-perbaungan,blogspot.co.id. Diakses pada tanggal padatanggal
11 Oktober jam 19.40
WIB.
[4]M.Quraish Shihab, AL-LUBAB
(Makna, Tujuan dan Pelajaran dari Surah-surah Al-Qur;an), (Tangerang:
Lentera Hati, 2012)Cet.I, hlm.717.
[5]Ikhwan,
Orang MukmindanPengertianMukmin.http://ikhwan-perbaungan,blogspot.co.iddiaksespadatanggal
11 Oktober jam 19.40.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar